8/22/2012

When you ask me to go to sleep early, don’t you wanna spend more times with me?




“Beginikah cara komunikasi yang aman bagi kita? Mencegah adanya saling ketergantungan. Bahkan ketika sesungguhnya hal itu sudah ada, kita tidak boleh menambahkannya”

“Setiap jalan mempunyai tikungannya masing-masing. Mungkin di salah satu tikungan kita akan bertemu lagi.”



Lalu hujan turun deras sekali. Si gadis kecewa. Dia sungguh sedang menunggu senja. Dia lupa kapan terakhir kali senja menyapanya dengan ramah. Belakangan ini hujan seringkali turun di sore hari. Tapi apa mau dikata, tidak ada hal yang dapat iya lakukan bukan? seperti halnya saat ia hanya dapat membeku melihat seseorang pergi.

Segelas teh tarik hangat ia minum sedikit demi sedikit. secangkir minuman itu menjelma menjadi teman sejati baginya yang selalu mendengarkan keluh kesah hati.

Si gadis takut gelap. Ia tak pernah menunggu senja  tanpa cahaya. Ia tak ingin gelap mendominasi lebih banyak lagi aspek di kehidupannya. Terlebih ia sadar si pemompa udara kini sudah tak lagi terang terintimidasi oleh benda kecil yang setiap hari ia isap.

Ia sudah sangat rindu senja. Senja selalu mendengarkan, tanpa menghakimi. Dia yang tak selalu ingin tahu. Dan mengerti hanya dalam bisu.

Si gadis merubah posisi duduknya menjadi setengah tidur. Diam-diam dia kembali ke memori tujuh tahun lalu. Ia tutup matanya. Sedikit demi sedikit tubuhnya mulai terasa lemah. 
Lalu ia tenggelam dalam angan….

No comments:

Post a Comment