8/17/2012


Diingkari itu sakit. Iya. Tapi itu sudah biasa. Hukum alam.
Sayangnya, yang kali ini terlalu sakit buat saya. Terlalu sakit ketika hal itu dilakukan oleh orang yang saya menaruh percaya sepenuhnya. Oleh orang yang saya yakin dia sangat menghargai komitmen. Oleh orang yang saya lebih yakin lagi tidak akan menelan ludahnya sendiri.
Saya kecewa? Iya. Sangat.
Saya marah? Iya. Pada diri saya sendiri.
Saya benci? Tidak. Saya tidak cukup kuat untuk itu.
Saya memaafkan? Iya. Selalu begitu untuk dia.
Saya melupakan? Tidak sama sekali.
Saya berharap? Tidak lagi.
Saya ikhlas? Belum.
Saya menangis? Iya.
Saya terluka? Iya.
Saya bertanya? Terus-menerus. Pada si lemah, telinga.
Saya lelah? Belum. Mungkin akan.
Dia berbeda? Saya pikir. Dulu.
Dia sempurna? Tadinya.
Dia terpercaya? Tidak tau.
Dia jahat? Tidak. Saya bodoh.
Dia berharga? .
Dia berjanji? Iya.
Dia menepati? Semoga.
Dia menghindar? Memudar.


No comments:

Post a Comment