10/28/2012

Lalu, apa?


Menjejal-jejal meminta realita. Apa kamu lelah berada di dalam sini? Terlalu jauh dari otak. Mungkin karena itu aku tidak menemukanmu diatas sana. Kau menjejal-jejal seakan merasa sempit berada disini.

Kau terlalu besar untuk keluar bersama kata. Aku tercekat. Mungkin tenggorokan ini terlalu banyak sekat.

Tujuh puluh satu ribu kata di Kamus Besar Bahasa Indonesia tidak berhasil mengeluarkanmu darisana.

Entah apa namanya yang terlihat jelas justru tanpa mata. Entah apa namanya yang terdengar jelas saat ku tutup telinga. Entah apa namanya yang menyentuh dengan menyeluruh. Kau, entah apa, entah apa.

Brain & Heart


Brain: “Heart, i can’t reach you. Tell me your YM, i wanna talk to you”.
Heart : “Sorry, i’m busy preparing myself for him. Call me later”
Brain : “It’s about him, i had a bad feeling”
Heart : “Pardon me, feeling? Hey i owned that! Where’s your logic anyway?”
Brain : “I can’t reach you! if you keep not listen to me, i’m gonna dissapear. Let’s talk”
Heart : “I’m BUSY. LEAVE ME ALONE”
—————————————-
—————————————-
Heart : “Brain….. i’m not busy right now. This place is still empty. He’s not coming. Are you there?”
Heart in the head : “Yes, i am here”



taken from: http://rahneputri.com/post/12780172199/brain-heart#disqus_thread

10/27/2012



Because someday is infinity.


The effort you gave to me is going too much. I scared, I’m just scared everyday. Honestly I’m happy, so happy. But darling, like our conversation, too much effort too much expectation. We have to go back to the earth, standing here, hugging gravitation. I was flying too high, and I’m scared to falling down. I’m in love with you everyday, but I hate for every single time I remember about the end. If I could having you….

10/21/2012

Kamu, berjanjilah untuk tidak akan berhenti bahagia.


Hari ini kita ucap banyak syukur atas kebersamaan yang Tuhan berikan. Berjanjilah bahwa kau akan terus bersyukur untuk setiap yang Tuhan berikan.
Hari ini kita dapat tertawa untuk setiap cerita yang tak bermakna. Berjanjilah bahwa kau juga akan tetap tertawa untuk cerita yang butuh air mata.
Hari ini kita tersenyum saat kembali berhadapan dengan masa lalu. Berjanjilah bahwa kau akan tetap tersenyum bila hari ini menjadi masa lalu.
Hari ini kita berjalan bergenggaman tangan. Berjanjilah kau akan tetap menggenggam erat siapapun yang ada disampingmu.
Hari ini kita berpelukan dan tenggelam dalam nyaman. Berjanjilah bahwa kau akan tetap menjadikan nyaman siapapun yang sedang dalam pelukanmu.
Hari ini kita saling menunduk malu menyembunyikan senyum. Berjanjilah bahwa kau hanya akan kembali menunduk untuk sebuah rasa malu.
Hari ini kita mampu menghapus benci dengan kecupan. Berjanjilah bahwa kau akan selalu menyelesaikannya dengan cara yang sama.
Hari ini kita lukis banyak rencana dengan tangan dan mewarnainya dengan angan. Berjanjilah bahwa kau akan tetap meneruskan itu walau harus ada yang berhenti.
Hari ini kau berikan aku banyak sekali rasa sayang. Berjanjilah untuk tidak akan membiarkan benci memakan bahagiamu kelak.

kamu jangan pernah berhenti bahagia ya :*
"Tuhan jarang berdiri sendiri, Ia membawa institusi agama, orang tua, keluarga besar, adat istiadat, bahkan aturan pemerintah Indonesia yang melarang pernikahan beda agama."


"Beranikah kita untuk mencantumkan tanda tanya di ujung semua yang kita yakini dan percayai? Dan mencantumkan tanda titik hanya jika kita telah mengalaminya langsung, membuktikannya sendiri; saat perjalanan kita dari mempercayai akhirnya tiba di mengetahui."


taken from: http://dee-idea.blogspot.com/2009/05/keyakinan-pada-tuhan-yang-esa-adalah.html 

10/13/2012

That's more than risk aversion.





“Bisakah aku tau kapan kau akan pergi?”

“Tuhan selalu punya cara yang elegan untuk setiap hal yang ingin Ia tunjukkan”.



Sudah sedari tadi si gadis menutup matanya, tapi entah mengapa kepalanya terus-menerus menyusuri lorong-lorong tanpa ujung itu. Penyesalan tak pernah berhenti mengiringi setiap jengkal yang ia lewatkan. Ada banyak kata ‘seharusnya’ yang menghalangi tepat di depan pintu yang harus ia buka. ‘seharusnya’ seperti gravitasi. Selalu menang. Terlalu kuat.

Dingin sudah semakin lihai menembus celah-celah jendela. Ia seolah tak lagi mengenal iba membagi beku di malam itu. Ia mencoba menembus selimut dan kaus kaki yang dipakai si gadis.

Flu. Lagi-lagi flu yang bersedia memeluk si gadis dengan sangat erat. Hidungnya memerah. Samar. Entah akibat pelukan flu yang terlalu erat atau itu adalah pelangi setelah hujan deras di ujung kedua matanya.

Sesungguhnya si gadis tidak benar-benar bodoh ketika ia tetap menikmati kebodohan itu dengan penuh kesadaran bahwa hal itu bodoh. That’s what called lost aversion….

10/05/2012

WANDERLUST



I’ve tried to break my own comfort zone. Do you know? That’s absofuckinlutely need a lot of your strength. Saya baru berani belajar untuk itu sekarang. Terlambat. Ya, memang. Tapi saya luar biasa banyak tertampar, berfikir, dan sadar bahwa pada dasarnya kita memang harus melewati proses yang sangat panjang. Akan sangat berbahaya ketika kita bisa langsung berdiri tanpa harus merangkak terlebih dahulu. Banyak peluh yang mungkin harus saya rasakan, atau bahkan ini belum cukup, sampai saya paham bahwa “everything happens for a reason” itu tidak hanya sekedar teori. Kita harus tau rasanya terinjak agar berhati-hati supaya tidak menginjak orang lain.

Life is all about serving, guys. Pada akhirnya saya sadar, kita harus bersungguh-sungguh melayani dalam hidup ini. Sejujurnya, melayani itu sulit. Terlebih kalau yang kau layani adalah seorang manusia yang punya bermilyar-milyar syaraf dan keinginan yang tak terhingga. Tapi itulah proses, saya harus merangkak, melayani, sebelum bisa berdiri. Bahkan ketika kamu sudah merasa dilayani, sesungguhnya kamu tetap melayani.

“Jangan pernah merasa kamu adalah satu-satunya. Di luar sana banyak orang yang bisa menggantikan posisi kamu sekarang.”

Kira-kira seperti itulah salah satu hal yang membekas dari meeting pertama saya dengan seseorang yang sangat menginspirasi, saya kagumi, dan saya benar-benar raising hat padanya, Diantra Irawan, kemarin malam.

Benar saja, amat bodoh ketika kita merasa adalah satu-satunya. Satu-satunya hanya dapat dimiliki oleh Tuhan. Tidak ada satu orang pun yang mau pindah dari posisi yang sudah dia duduki sekarang. Yang ada hanya orang yang mau meraih posisi yg sedang diduduki oleh orang lain. Maka, sedikit saja kita lengah akan sangat mudah posisi ini diduduki oleh orang lain. Hidup memang soal perjuangan. Kalau ingin berhenti berjuang, ya berhentilah untuk hidup.

Tentang perjuangan, setiap orang punya perjuangannya masing-masing. Anak sekolah yang berjuang untuk lulus, pekerja yang berjuang untuk uang, pujangga yang berjuang untuk cinta, ya, semua orang mempunyai jalan perjuangan yang berbeda-beda. Sesuai tujuan hidupnya.

Berjalanlah terus, tetap melihat ke depan. Lakukan apapun yang ingin dilakukan, selama hal itu memiliki alasan. Orang akan selalu nyinyir bukan? Ya, selalu. But like Phil Collins said, “if you feel it, just do it!” Tapi jangan pernah sekalipun melukai orang lain.

And as usual God, tetapkanlah ketenangan dan keberkahan dalam setiap langkah saya, aamiinnn :)