8/31/2012


 "Saya hanya akan bercerita kepada Tuhan, berkata kepada yang berhak, dan diam kepada yang lainnya. Biarkan Tuhan yang melakukan seleksi, melalui bagaimana hati-hati mereka menilainya" -Nazril Irham



8/30/2012




“There are three aspects of love: fall in love, desire, and sketch a future. We necessarily feel these at the same time. But in fact, we can feel it with the different person. Falling in love with the first person, having desire with the second person, and sketching future with the third person.” –HitamPutih, Trans7


8/22/2012

When you ask me to go to sleep early, don’t you wanna spend more times with me?




“Beginikah cara komunikasi yang aman bagi kita? Mencegah adanya saling ketergantungan. Bahkan ketika sesungguhnya hal itu sudah ada, kita tidak boleh menambahkannya”

“Setiap jalan mempunyai tikungannya masing-masing. Mungkin di salah satu tikungan kita akan bertemu lagi.”



Lalu hujan turun deras sekali. Si gadis kecewa. Dia sungguh sedang menunggu senja. Dia lupa kapan terakhir kali senja menyapanya dengan ramah. Belakangan ini hujan seringkali turun di sore hari. Tapi apa mau dikata, tidak ada hal yang dapat iya lakukan bukan? seperti halnya saat ia hanya dapat membeku melihat seseorang pergi.

Segelas teh tarik hangat ia minum sedikit demi sedikit. secangkir minuman itu menjelma menjadi teman sejati baginya yang selalu mendengarkan keluh kesah hati.

Si gadis takut gelap. Ia tak pernah menunggu senja  tanpa cahaya. Ia tak ingin gelap mendominasi lebih banyak lagi aspek di kehidupannya. Terlebih ia sadar si pemompa udara kini sudah tak lagi terang terintimidasi oleh benda kecil yang setiap hari ia isap.

Ia sudah sangat rindu senja. Senja selalu mendengarkan, tanpa menghakimi. Dia yang tak selalu ingin tahu. Dan mengerti hanya dalam bisu.

Si gadis merubah posisi duduknya menjadi setengah tidur. Diam-diam dia kembali ke memori tujuh tahun lalu. Ia tutup matanya. Sedikit demi sedikit tubuhnya mulai terasa lemah. 
Lalu ia tenggelam dalam angan….


"I know you were scared but so am I. That's why I can't lose you. Whatever they told you. I'm dying to hold you. Don't let them blindfold you. Don't say goodbye" - TheRadiodept.  






 p.s: kamu seperti hari Rabu untukku.

8/20/2012

Pride and Prejudice


Its never get enough to watch this movie! I adore you Mr. Darcy! Mr. Darcy has his own way to show his love. Unique. And of course sweet. And deep. And elegant. Aaaaaah there is no enough words to describe him! full of surprising! makes me remember about someone hihihi









8/18/2012

EID MUBARAK 1433 H


Ikhlas.
Sepertinya itu salah satu tujuan Tuhan menciptakan hari raya ini.
Entah mengapa ikhlas memaafkan itu sulit menurut saya.
Seperti niat, ini bukan hanya perkara sebelum, tapi juga pada saat dan setelahnya.
Bagaimana kita bisa memaafkan sebelum orang lain minta maaf, menjaga maaf itu ketika orang itu mengingatkan kembali dengan minta maaf, dan tetap menjaganya walau dihari yang akan datang luka itu terbuka lagi.

ikhlas itu ikhlas tanpa harus berkata ikhlas

itu sulit. Walau sulit bukan berarti tak mungkin.
Mungkin bisa dihitung jari berapakali saya benar-benar mengikhlaskan sesuatu.

Karena ketika kita tidak lagi memikirkan keikhlasan, disitulah justru diri kita sedang mengikhlaskan.

Masalahnya buat saya itu butuh ruang yang cukup besar (bahkan saya tak memiliki hati yang cukup luas) dan waktu yang cukup lama.
Sebenarnya bukan waktu yang menyembuhkan semuanya, tapi saya nantinya sudah mulai bisa menerima.
Lagi-lagi ini tentang apakah waktu datang terlambat atau tidak.
Saya khawatir apabila waktu datang terlambat maka saya, sebagai manusia yg jauh dari sempurna, sudah tidak mampu lagi memberikan maaf dengan ikhlas.

Tapi saya tidak boleh melebihi Tuhan.
Saya tidak bisa memilih siapa yang mau saya maafkan.
Saya berkewajiban untuk selalu belajar ikhlas.

Yes, I have to be kind :)

HAPPY EID MUBARAK 1433 H, MY FABULOUS READERS ;)


gladioheras

8/17/2012


Diingkari itu sakit. Iya. Tapi itu sudah biasa. Hukum alam.
Sayangnya, yang kali ini terlalu sakit buat saya. Terlalu sakit ketika hal itu dilakukan oleh orang yang saya menaruh percaya sepenuhnya. Oleh orang yang saya yakin dia sangat menghargai komitmen. Oleh orang yang saya lebih yakin lagi tidak akan menelan ludahnya sendiri.
Saya kecewa? Iya. Sangat.
Saya marah? Iya. Pada diri saya sendiri.
Saya benci? Tidak. Saya tidak cukup kuat untuk itu.
Saya memaafkan? Iya. Selalu begitu untuk dia.
Saya melupakan? Tidak sama sekali.
Saya berharap? Tidak lagi.
Saya ikhlas? Belum.
Saya menangis? Iya.
Saya terluka? Iya.
Saya bertanya? Terus-menerus. Pada si lemah, telinga.
Saya lelah? Belum. Mungkin akan.
Dia berbeda? Saya pikir. Dulu.
Dia sempurna? Tadinya.
Dia terpercaya? Tidak tau.
Dia jahat? Tidak. Saya bodoh.
Dia berharga? .
Dia berjanji? Iya.
Dia menepati? Semoga.
Dia menghindar? Memudar.


8/16/2012



saya harusnya banyak berkaca. saya sama sekali bukan Tuhan, bahkan mendekati pun tidak. terimakasih kakak @perempuansore :")

8/15/2012

Hukuman yang terberat



-->
“Apa yang harus dilakukan pulpen pada kertas yang tidak ingin lagi ia menorehkan tinta diatasnya? Mengganti tinta? Atau mengganti ujung pena?”

“Mengganti kertas atau berhenti menuliskan apapun.”


Lalu seorang lelaki yang entah sudah berapa lama berjuang untuk mendapatkan keinginannya. Kembali utuh seperti sediakala.

Entah sudah sejauh apa usaha yang sebenarnya ia lakukan. Entah berapa banyak pengorbanan yang tidak sedikitpun ditengok. Tapi dalam dimensi seorang gadis semuanya biasa saja. Cenderung membosankan. Tanpa jaminan semua hal akan menjadi lebih baik bagi mereka, lelaki dan pasangannya.
Si lelaki berjalan cenderung berlari. (mantan) pasangannya selangkah maju, dua langkah mundur. Si lelaki terus bertahan dan bertahan tanpa usaha mempertahankan. Bagi si gadis itu tidak lebih dari nihil.

Lelaki itu seperti belum mampu membedakan ‘rasa’ dan ‘ambisi’. Dia tak sadar, lawan dari kasih sayang bukanlah lagi soal kebencian, tapi ketidakpedulian. Diacuhkan adalah hukuman yang terberat. Bagaimana bisa seorang manusia yang lahir ke bumi, dengan tangisan yang menyita perhatian, kehadirannya dinafikan seperti debu.

Lelaki itu mengabaikan dunia yang sebenarnya luas, hanya karena ia terlalu menyukai aroma kasurnya. Walau bahkan seberapapun ia hias kasur itu, dia hanya bisa membawanya untuk terus tidur. Tak ada yang dapat ia temui disana selain semu. Dan sesuatu yang semu itu dapat dipastikan akan cepat pudar. Seindah apapun yang ia tawarkan.

Mungkin saja hidup itu butuh rehat sejenak. Rehat dari semuanya, berjuang maupun diperjuangkan.

8/13/2012

Jangan bersandar di trotoar itu



“Mengapa kau tidak pernah memberikan rambu-rambu? Seperti kilat yang membuatku tidak mampu mempersiapkan sedikit tempat lebih luas untuk berlari.”

“Aku tak punya cukup ruang untuk menyimpan penyesalan melihat kau berjalan bahkan walau hanya satu langkah dari sampingku.”


Si gadis berjalan menyusuri entah apa namanya. Mungkin banyak orang menyebutnya jalan. Tapi bukankah jalan adalah sesuatu yang dapat menghantarkan pada suatu tujuan? Sedangkan ia bahkan tidak punya tujuan.
Ia seperti melintasi kembali memori-memori masa lalunya. Hanya sedikit sekali memori tentang sesuatu yang sedang ia susuri. Tapi mampu menariknya untuk kembali lagi kesana.

Beberapa kali ia berhenti. Mungkin lelah. Atau tidak mampu lagi mengeluh. Suara angin dan daun kering cukup membuatnya merasa terintimidasi oleh memori masa lampau. Ia seperti tak mampu lagi berjalan meski kakinya belum lelah. Matanya sudah cukup marah dipaksa melihat kembali apa yang sebaiknya hanya sekelibat.

Ditekuknya kedua lutut. Bersimpuh. Ia tenggelamkan wajahnya ke kedua telapak tangannya.
Lalu basah….

8/12/2012

Rain, please, don’t be angry


Sometimes I feel like I don’t know anything about you. I don’t understand what kind of relationship that we have. I fully trust on our promise. But I often have feeling doubt.
Or something kinda you didn’t know me at all. Or we have to cover our feeling by our own self. None of us wanna try to start some communication. Maybe feeling doubt. Or feeling afraid. Or feeling guilty. Oh I don’t know for sure.
I think we are just too careful each other. Or maybe we necessarily have to be careful, so careful. Oh once again, I don’t know.
As usual, when we have no communication for a long time, everything will be so……….. but when you call me again, I feel so………. Oh I don’t know, again.
I’m waiting for you, but I cant smile, or even happy. Why always rain in the corner of my eyes? I don’t know, again and again. Rain, please, don’t be angry.












me miss you

8/11/2012

Konglomerasi

Mungkin limit konglomerasi di Negara ini belum cukup jelas.
Begitu banyak perusahaan besar yang melakukan diversifikasi horizontal.
Bahkan bukan sekedar melakukan diversifikasi tapi lebih pada penguasaan.
Banyak sektor dikuasai oleh satu induk perusahaan.
Bahayanya lagi perusahaan yang dibentuk adalah perseroan tertutup.
Merasa cukup untuk membuat keluarganya dan keturunannya sajalah yang menikmati sumber daya yang ada di Negara ini.
Mereka terus-menerus melakukan ekspansi ke  berbagai sektor yang dapat dicapai.
Mulai dari perkebunan, pertambangan, otomotif, hingga industri makanan dikuasai oleh satu induk perusahaan yang pengelolaannya dilakukan oleh satu garis keturunan.
Hingga tanpa disadari sudah tercipta jurang yang begitu dalam antara si kaya dan si miskin.
Bahkan ketika mereka tidak mau menyebutnya jurang, kita pantas mengganti menjadi benteng, atau yang lebih halus, tembok.
Tembok yang terbangun sudah terlanjur kokoh melebihi yang dimiliki oleh china.
Seharusnya Negara inilah yang mendapatkan reward keajaiban dunia.

Semakin hari tren pengkotak-kotakan kian terasa jelas.
Menyentuh setiap lapisan masyarakat, bahkan lapisan usia  pun ditembus.
Yang muda membuat tembok pergaulan dengan memberikan label pada barang-barang yang dimiliki teman sepergaulannya.
Wanita dewasa membuat tembok melalui tempat yang digunakan untuk pertemuan mereka.
Pria dewasa membuat tembok dengan gelar yang melekat pada nama dan kendaraan yang mereka gunakan.
Bahkan para lansia membuat tembok dengan cara yang lebih lucu, pekerjaan anak-anak mereka.
Mungkin sulit sekali bila kita ingin mengembalikan semuanya menjadi seperti dulu.
Seperti saat semua suara di Negara ini sama, Satu.
Sudah terlalu rumit, sudah terlalu kental, sudah terlalu mengakar, ya, sudah terlambat.

Tapi bukankah tidak ada kata terlambat untuk sesuatu yang lebih baik?
Mungkin kita harus sama-sama melakukan ekspansi hati, egois untuk memperluas hati kita melebihi yang dimiliki orang lain.





gladioheras

8/06/2012

"If you ask yourself why ARTISTS  (DJs, singers, dancers, musicians or anyone who falls under the artist category) charge "so much" for performances... 
We don't get paid vacation, we don't get paid sick days, we don't get bonuses for outstanding performances nor for Christmas. We don't have insurance plans nor do we qualify for unemployment. We sacrifice our family on special days so that we can bring happiness to others. Illness or personal affairs are not excuses for a bad performance. Next time you ask, remember that ARTISTS are ARTISTS because of the love of music & art but that love doesn't pay debts."
- Antonio Faria





p.s: oh i'm fallin love with you again and again, Darl. 

8/05/2012

Ada yang meminta dikuliti setelah digarami




“Mengapa kau lebih senang menjadi matahari, direvolusi bukan merevolusi?”

“Katanya rambutku bau semut.”

Lalu seorang gadis dengan rokok di tangannya berjalan menyusuri pantai.
Bercerita pada angin melalui asap yang berhembus dari mulutnya.
Melindungi bara dari jilatan debur ombak.
Kadang pepohonan melihatnya menangis kelelahan melawan arus.
Mungkin dia juga lelah melihat langit merah selalu kalah bertarung dengan gelap malam.
Si gadis terus berayun di atas kaki telanjangnya yang sedang bercinta dengan butiran pasir berkulit halus.


Si gadis tau bahwa hamparan berwarna biru ini tak memiliki ujung.
Tapi perjalanannya punya.
Pada seseorang yang dia sebut rumah, diterimanya pelukan hangat.
Seperti nyaman yang berlipat, si gadis lumat setengah lingkaran milik rumah itu.
Lalu tenang…


"Jika ada pertanyaan yang saya jawab dengan diam, besar kemungkinan itu saya lakukan karena tidak mau menunjukkan jawaban yang lebih tidak menyenangkan. seringkali saya ingin mengatakan kepada orang untuk memilih diam daripada mempertanyakan hal-hal yang tidak perlu dia ketahui." -aanmansyur





8/02/2012




Kau tau? Ketika aku terus berjalan sedang engkau seringkali beristirahat, aku akan sampai pada perpisahan lebih dahulu. Sepanjang aku berjalan aku masih bisa sesekali menoleh melihatmu ke belakang. Tapi ketika aku sudah melewati titik itu, kau yang akan menghabiskan sisa perjalanannya sendirian.



"Pundakku tak begitu luas, namun disitulah letak hari esok yang seluas galaksi menuntut untuk tertampung seluruhnya." -ginasundari


Saya terlalu menikmati alunan music bossanova dan sejenisnya belakangan ini. Semua jadi berjalan begitu santai, ya santai bukan lambat. Terasa nikmatnya secara rinci. Setengah lingkaran yang menggaris dengan santai dan menghilang dengan santai juga. Menyebrang pun saya jadi santai juga (ah yang ini bodoh, saya memang tidak bisa menyebrang haha). Yang paling saya suka adalah rungsing tapi santai (hayo bingung kan). Bossa itu bikin saya lebih banyak diam, enak rasanya. Waktu seperti tidak mengejar-ngejar saya kalau saya lebih banyak diam. Bicara saja lewat tulisan, tapi tetap lakukan dengan santai. Ini nih list kegiatan yang paling sering saya bikin santai,


Jalan kaki 
Di jalanan yang kanan kiri nya tumbuh banyak pohon. Cukup teduh. Tidak banyak suara. Ada angin. Aaaah maaf kawan kalau kalian ada di samping saya saat itu pasti saya akan lupa.

Bersepeda
Biarkan saya mengayuh entah kemana. Tidak peduli tersesat. Melewati rumah-rumah. Melewati jalanan yang asing buat saya. Ditambah music player dan headset yg menemani. Aaaaah ini pasti jadi sempurna tanpa adanya jalan menanjak.

Duduk di jok penumpang
Karena sudah dua tahun ini saya tinggal di Bandung, ritual ini banyak saya lakukan di mobil travel. Duduk di sisi kanan. Tepat di belakang kursi supir lebih sempurna. Melihat keluar jendela. Hindari ngobrol. Tanpa playlist saja sudah luar biasa, apalagi kalau ada. Aaaaah saya selalu berharap sendirian dalam perjalalan itu.

Ah ya semuanya ber-landscape jalanan. Saya memang suka berlama-lama dijalan. Saya menikmati semua perjalanan, even orang bilang itu membosankan. Semakin jauh tempat yang akan saya kunjungi, biasanya saya semakin tertarik. Ya tapi belakangan ini macet sering menjadi mimik menyeramkan. Baiklah yang penting hidup ini kan tidak mengenal macet, hanya terkadang butuh rehat sejenak.