8/05/2012

Ada yang meminta dikuliti setelah digarami




“Mengapa kau lebih senang menjadi matahari, direvolusi bukan merevolusi?”

“Katanya rambutku bau semut.”

Lalu seorang gadis dengan rokok di tangannya berjalan menyusuri pantai.
Bercerita pada angin melalui asap yang berhembus dari mulutnya.
Melindungi bara dari jilatan debur ombak.
Kadang pepohonan melihatnya menangis kelelahan melawan arus.
Mungkin dia juga lelah melihat langit merah selalu kalah bertarung dengan gelap malam.
Si gadis terus berayun di atas kaki telanjangnya yang sedang bercinta dengan butiran pasir berkulit halus.


Si gadis tau bahwa hamparan berwarna biru ini tak memiliki ujung.
Tapi perjalanannya punya.
Pada seseorang yang dia sebut rumah, diterimanya pelukan hangat.
Seperti nyaman yang berlipat, si gadis lumat setengah lingkaran milik rumah itu.
Lalu tenang…

No comments:

Post a Comment