Ikhlas.
Sepertinya itu salah satu tujuan Tuhan menciptakan hari raya
ini.
Entah mengapa ikhlas memaafkan itu sulit menurut saya.
Seperti niat, ini bukan hanya perkara sebelum, tapi juga
pada saat dan setelahnya.
Bagaimana kita bisa memaafkan sebelum orang lain minta maaf,
menjaga maaf itu ketika orang itu mengingatkan kembali dengan minta maaf, dan
tetap menjaganya walau dihari yang akan datang luka itu terbuka lagi.
ikhlas itu ikhlas tanpa harus berkata ikhlas
itu sulit. Walau sulit bukan berarti tak mungkin.
Mungkin bisa dihitung jari berapakali saya benar-benar
mengikhlaskan sesuatu.
Karena ketika kita tidak lagi memikirkan keikhlasan, disitulah justru diri kita sedang mengikhlaskan.
Masalahnya buat saya itu butuh ruang yang cukup besar
(bahkan saya tak memiliki hati yang cukup luas) dan waktu yang cukup lama.
Sebenarnya bukan waktu yang menyembuhkan semuanya, tapi saya
nantinya sudah mulai bisa menerima.
Lagi-lagi ini tentang apakah waktu datang terlambat atau
tidak.
Saya khawatir apabila waktu datang terlambat maka saya,
sebagai manusia yg jauh dari sempurna, sudah tidak mampu lagi memberikan maaf
dengan ikhlas.
Tapi saya tidak boleh melebihi Tuhan.
Saya tidak bisa memilih siapa yang mau saya maafkan.
Saya berkewajiban untuk selalu belajar ikhlas.
Yes, I have to be kind :)
HAPPY EID MUBARAK 1433 H, MY FABULOUS READERS ;)
gladioheras
No comments:
Post a Comment