7/21/2013

21 Juli

Selamat mengulangi lagi tanggal ini, Gla. Ini sudah yang keduapuluhsatu kamu mengulang tanggal ini. Setiap tanggal ini kamu selalu mengamati siapa saja yang datang dan pergi setiap tahunnya. Siapa yang tetap memperkenankan kamu ada di hidupnya, dan siapa yang menghendaki kamu untuk pergi. Setiap tahun berbeda. Hanya saja ada empat nama yang tidak pernah hilang, Bapak Budiyantono, Ibu Sri Hudyani, Dini Rahmayanti, dan Farhani Azizah. Meski absen untuk menelfonmu di hari ini, tapi kamu tau mereka menyertaimu. Tidak ada yang lebih mengharukan daripada melihat air mata mereka turun menyebut namamu. Dan kamu pernah menyaksikan itu dengan kedua matamu sendiri. Mereka mengirim doa sesederhana “bahagia dunia & akhirat”, tapi kamu bahagia luar biasa.

Selalu pada tanggal ini air matamu turun dan kamu bersujud bukan untuk meminta dan bertanya. Pada setiap tanggal ini seluruh tubuhmu dengan tulus mengucap syukur dan meminta maaf. Kepalamu membumi lebih lama dari biasanya.

Dari mereka yang baru datang, sudah datang, atau bahkan sudah pergi kamu belajar banyak hal. Kamu belajar berjalan tanpa menginjak orang lain. Kamu belajar untuk membuka telingamu lebih lebar. Kamu belajar menjadi lautan yang menampung tanpa batasan. Kamu belajar untuk berhenti berjalan di tengah badai suara. Kamu belajar untuk mengunci rapat mulutmu. Kamu belajar menolong tanpa memakai topeng. Kamu belajar natural, berhenti berpura-pura. Kamu belajar untuk menelan semuanya, walau tak semuanya enak. Kamu belajar banyak sekali dari mereka. Dan akan jauh lebih banyak lagi.

Dan setiap tanggal ini, kamu belajar ketulusan yang hanya dapat kamu pelajari dari-Nya.

7/13/2013

7/11/2013


Ketika kamu merasa berjalan tetapi sebenarnya diam.
Kamu berpijak tapi entah dimana.
Kamu bergerak entah ke arah mana.
Kamu berdiri entah sudah berapa lama.
Kamu bertahan entah untuk apa.
Kamu mungkin hanya sekedar meneruskan.
Kamu terus gunakan kepala.
Kalau hanya ingin membahagiakan diri sendiri, lalu untuk apa hidup?

Dan untuk satu pertanyaan yang datang beribu kali,
Mengapa menjalani apa yang tidak kamu yakini?

Karena badai suara datang darimana-mana.
Dan saya tidak tuli.