Selamat mengulangi lagi tanggal ini, Gla. Ini sudah yang
keduapuluhsatu kamu mengulang tanggal ini. Setiap tanggal ini kamu selalu
mengamati siapa saja yang datang dan pergi setiap tahunnya. Siapa yang tetap
memperkenankan kamu ada di hidupnya, dan siapa yang menghendaki kamu untuk
pergi. Setiap tahun berbeda. Hanya saja ada empat nama yang tidak pernah
hilang, Bapak Budiyantono, Ibu Sri Hudyani, Dini Rahmayanti, dan Farhani
Azizah. Meski absen untuk menelfonmu di hari ini, tapi kamu tau mereka menyertaimu.
Tidak ada yang lebih mengharukan daripada melihat air mata mereka turun
menyebut namamu. Dan kamu pernah menyaksikan itu dengan kedua matamu sendiri. Mereka
mengirim doa sesederhana “bahagia dunia & akhirat”, tapi kamu bahagia luar
biasa.
Selalu pada tanggal ini air matamu turun dan kamu bersujud
bukan untuk meminta dan bertanya. Pada setiap tanggal ini seluruh tubuhmu
dengan tulus mengucap syukur dan meminta maaf. Kepalamu membumi lebih lama dari
biasanya.
Dari mereka yang baru datang, sudah datang, atau bahkan
sudah pergi kamu belajar banyak hal. Kamu belajar berjalan tanpa menginjak
orang lain. Kamu belajar untuk membuka telingamu lebih lebar. Kamu belajar
menjadi lautan yang menampung tanpa batasan. Kamu belajar untuk berhenti
berjalan di tengah badai suara. Kamu belajar untuk mengunci rapat mulutmu. Kamu
belajar menolong tanpa memakai topeng. Kamu belajar natural, berhenti
berpura-pura. Kamu belajar untuk menelan semuanya, walau tak semuanya enak.
Kamu belajar banyak sekali dari mereka. Dan akan jauh lebih banyak lagi.
Dan setiap tanggal ini, kamu belajar ketulusan yang hanya
dapat kamu pelajari dari-Nya.