7/22/2012

فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

Then which of the favours of your Lord will ye deny?


Salah satu potongan ayat di Surat Ar-Rahman yang selalu membuat air mata saya meminta turun. Saya bukan sedang berceramah, atau ini bukan semata-mata karena bulan suci sedang saya lalui. Saya hanya ingin Tuhan tau, walau Tuhan sudah pasti tau. Inilah yang selalu membuat saya merasa sangat amat kecil. Inilah yang senantiasa mengingatkan saya ketika sifat 'keakuan' itu ada. Inilah yang membuat saya amat malu karena terus-menerus meminta dan mengeluh. Ini pulalah yang membuat saya bersyukur tiada henti. Tak jarang saya mengabaikan Tuhan. Tak jarang juga saya -- dengan sengaja -- melupakan Tuhan (beribu-ribu maaf untuk hal ini Tuhan ku). Pernah suatu ketika saya merasa begitu jauh dari Tuhan, tapi justru disaat itulah banyak hal saya inginkan saya raih. Saya justru takut, takut Tuhan sengaja memberikan itu semua karena Ia bosan mendengar saya meminta, Ia bosan saya rayu dan saya dekati. Unluckily, semakin dewasa saya justru semakin takut untuk belajar tentang Tuhan. Saya seringkali merasa takut untuk mengetahui bahwa apa yang saya suka adalah salah. Saya seringkali terlalu membiarkan diri saya larut dan terlalu mencintai apa yang saya punya sekarang. Saya selalu belum siap untuk harus menghentikan semuanya. tapi saya tetap selalu ingin menjadi lebih baik. Saya akan selalu meminta pada Tuhan, "Let me fix the failure and guide me to make everything better."


if sometimes i really stop doing something wrong, it means i literally was die.

No comments:

Post a Comment