Aku meminta
maaf. Pada kamu, yang menganggap hidupku seperti dongeng. Pada kamu, yang
mendamba jalan yang sempurna. Pada kamu, yang sudah jarang menerima. Pada kamu,
yang tak bosan untuk selalu ada. Pada kamu, yang tak pernah jera.
Aku
mencintaimu seperti air. Seringkali berpindah tempat, tapi pada akhirnya
berakhir di laut juga.
Aku
mencintaimu seperti salju. Dapat turun di banyak tempat tapi yang abadi ada
pada kutub utara.
Aku
tak bisa mencintaimu seperti pelangi. Yang selalu diam, setia, menunggu hujan
reda.
Tapi
aku pun sepertimu, yang mendamba akhir yang bahagia.
maafkan aku senjaku. Yang seringkali
ku ingat hanya saat sendu.
gladioheras
No comments:
Post a Comment