Aku suka sekali dia. Tapi aku benci apabila dia dimasak terlalu lama. Rasanya menjadi terlalu manis bagiku. Dia sangat menggugah dengan bentuk aslinya. Aku suka dia apa adanya. Aku suka dia original. Dia segar. Dia tegas. Dan dia kokoh. Aku tak hanya jatuh hati lewat indra perasaku. Aku sudah jatuh hati sejak indra penglihatan ini bekerja sama dengan syaraf-syaraf di kepalaku. Aku jatuh hati sejak hampir tak ada celah bagiku untuk memperlihatkan keakuanku padanya. Aku jatuh hati sejak ia mampu membungkam pikiranku untuk mencela. Bagaimana bila aku memberinya nama, carrot? Ah ya, itu sudah menjadi namanya di belahan dunia lain. Tapi aku lebih suka dengan ‘wortel’. Terdengar jauh dari kata angkuh.
gladioheras

No comments:
Post a Comment