Aku seringkali ingin mengawinimu dengan kuas dan
kanvas. Memberimu belaian warna-warna. Tapi aku tau aku tak pernah mampu.
Mereka tak pernah sedikit pun ingin berbaur denganku. Hanya pernah beberapa
saat ketika terpaksa kita bersahabat dalam tugas sekolah. Sempat menjadi begitu
dekat tapi tak pernah cukup lama untuk bisa bertahan.
Aku justru seringkali mengawinimu dengan pena dan
alasnya. Menggambarkanmu hanya dengan dua warna. Hitam, putih. Tapi aku bebas
membiarkanmu menari sepanjang apapun kau mau. Mungkin mereka lebih mampu
mengenalku daripada kanvas dan kuas. Tapi ini hebat. Hanya dua warna tapi mampu
membuatku merasa.
Kamu memang sungguh berwarna, tapi kamu begitu dalam
pada aku. Jadi tak perlu banyak warna untuk membuatmu ada.
gladioheras

No comments:
Post a Comment