7/06/2012








Aku seringkali ingin mengawinimu dengan kuas dan kanvas. Memberimu belaian warna-warna. Tapi aku tau aku tak pernah mampu. Mereka tak pernah sedikit pun ingin berbaur denganku. Hanya pernah beberapa saat ketika terpaksa kita bersahabat dalam tugas sekolah. Sempat menjadi begitu dekat tapi tak pernah cukup lama untuk bisa bertahan. 


Aku justru seringkali mengawinimu dengan pena dan alasnya. Menggambarkanmu hanya dengan dua warna. Hitam, putih. Tapi aku bebas membiarkanmu menari sepanjang apapun kau mau. Mungkin mereka lebih mampu mengenalku daripada kanvas dan kuas. Tapi ini hebat. Hanya dua warna tapi mampu membuatku merasa.

Kamu memang sungguh berwarna, tapi kamu begitu dalam pada aku. Jadi tak perlu banyak warna untuk membuatmu ada.




gladioheras



No comments:

Post a Comment