9/28/2013

“…dan samar adalah nama lain dari pengingkaran diri”

Sudah lama hujan tidak turun di sini. Sudah lama juga matahari tidak terbit di sini. Terlihat penuh sarang laba-laba. Hari ini aku datang lagi, Hay!

Be happy! Be happy? Be happy.

Aku lihat kamu di tengah-tengah. Aku rasa aku juga berada di tengah. Semua menjadi tidak teraba. Bahagia tapi terasa sakit juga. Selalu ada tapi menghilang juga. Meminta ada tapi tak dilihat juga.

Berubah. Lagi-lagi samar. Entah ke arah mana. Aku memang ‘samar’. Tapi aku harap kau tidak ‘samar’. Semoga kita sama-sama sadar. Tapi aku berharap tidak hanya sebatas itu. Jauh dari hal itu, aku harap kita belajar, ingkar diri itu melelahkan.

Selebihnya, selamat berlari.

No comments:

Post a Comment