10/28/2012

Lalu, apa?


Menjejal-jejal meminta realita. Apa kamu lelah berada di dalam sini? Terlalu jauh dari otak. Mungkin karena itu aku tidak menemukanmu diatas sana. Kau menjejal-jejal seakan merasa sempit berada disini.

Kau terlalu besar untuk keluar bersama kata. Aku tercekat. Mungkin tenggorokan ini terlalu banyak sekat.

Tujuh puluh satu ribu kata di Kamus Besar Bahasa Indonesia tidak berhasil mengeluarkanmu darisana.

Entah apa namanya yang terlihat jelas justru tanpa mata. Entah apa namanya yang terdengar jelas saat ku tutup telinga. Entah apa namanya yang menyentuh dengan menyeluruh. Kau, entah apa, entah apa.

1 comment: