Ini pertama kalinya aku melihatmu lemah
Ini pertama kalinya aku melihatmu nyaris menyerah
Selemah itukah kamu sekarang?
Sejauh itukah kamu dengan Tuhan?
Sampai kau tak lagi percaya bahwa Ia tetap menjadi Sang Maha
Pembolak-balik hati.
Apa kamu lupa? Kita ini manusia.
Tugas kita hanya berusaha.
Tuhan itu butuh diyakinkan, butuh dibuktikan, bahwa kita
pantas atas segala sesuatu yang kita harapkan.
Segala hal yang kita dapatkan hari ini, aku percaya,
itu mungkin bukan yang terbaik, tapi itu adalah yang terpantas untuk kita.
Kalau pun pada akhirnya garis yang kau buat tidak beririsan
dengan garis Tuhan, itulah yang pantas untukmu.
Itu belum tentu buruk untukmu, bisa jadi itu lebih baik.
Kamu bukan Tuhan, jangan melebihi kuasa Tuhan untuk menghakimi takdir untukmu.
Kamu bukan Tuhan, jangan melebihi kuasa Tuhan untuk menghakimi takdir untukmu.
Ketika kamu tidak yakin dirimu bisa melakukannya, lalu
bagaimana kau akan meyakinkan Tuhan?
Bukankah kita sepakat untuk terus berusaha meyakinkan Tuhan?
Bukankah kita sepakat untuk terus sejajar?
Kalau aku berlari, maka kamu juga harus berlari!
Aku benci untuk tau bahwa salah satu dari kita mendahului yg
lainnya.
Aku tidak mau mendapati bahwa salah satu dari kita berhasil
memantaskan diri sedang yang lain tidak.
Aku hanya mau kita sejajar!
No comments:
Post a Comment