4/20/2013

ALLAH





“Tuhan, mengapa kita tidak bisa bersatu?”

“Kalian berbeda dalam mengeja namaKu.”



Berulangkali ia mengajukan pertanyaan yang sama kepada Tuhan. Tetapi jawabannya tetap sama, air mata. Bahkan Tuhan tidak mempunyai jawaban untuk diberikan kepada gadis itu. Atau mungkin  saja Tuhan hanya punya jawaban yang tidak ingin didengar si gadis, maka Ia urungkan niat untuk menjawabnya.

Ia tidak pernah sesakit ini. Membuat sketsa masa depan, untuk kemudian dijalankan oleh orang lain. Bersama orang yang sebenarnya ingin ia pilih. Ia sudah melakukan banyak cara. Ia ikat kaki kirinya dengan kaki kanan orang itu. Berharap akan tercipta arah baru yang membuat mereka bisa berjalan sejajar, berdampingan.

Kalau saja ini soal apa yang melekat pada tubuhnya. Kalau saja ini bukan soal apa yang menjadi bagian tubuhnya. Kalau saja prinsip itu adalah pakaian, bukan darah. Kalau saja ia merindukan si gadis seperti ia merindukan Jerusalem. Kalau saja mereka tidak mengenal ‘kalau saja’...


No comments:

Post a Comment